Komponen Elektronika Aktif dan Pasif : Pengertian, Jenis, Perbedaan & Contoh Pengaplikasian

Komponen Elektronika Aktif dan Pasif – Komponen elektronika merupakan salah satu bagian penyusun sebuah rangkaian elektronika produk-produk elektronik rumah tangga seperti lemari es, televisi dan lainnya sehingga dapat bekerja sesuai dengan fungsinya. Tanpa adanya salah satu komponen, sebuah rangkaian produk elektronika tidak akan bisa dinyalakan atau dihidupkan. Hal ini karena komponen elektronika adalah elemen dasar yang dipakai untuk membentuk suatu rangkaian elektronika dan umumnya dikemas dalam bentuk diskrit dengan dua atau lebih terminal penghubung.

Setiap komponen penyusun rangkaian elektronika tersebut memiliki fungsi dan cara kerja masing-masing. Ada komponen elektronika yang berfungsi sebagai penghambat, ada juga komponen yang berfungsi sebagai penghantar, kemudian ada yang fungsinya sebagai penguat, sebagai penyaring dan ada pula komponen elektronika yang berfungsi sebagai pengendali. Selain fungsi dan cara kerja yang berbeda-beda, komponen elektronika tersebut juga memiliki tipe dan nilai masing-masing dalam menjalankan fungsinya yang dapat dipilih atau digunakan dalam rancangan rangkaian elektronika.

Terkait dengan komponen elektronika aktif dan pasif, jika dilihat berdasarkan karakteristiknya komponen elektronika terbagi menjadi dua kelompok utama yakni komponen elektronika aktif dan komponen elektronika pasif. Kedua jenis komponen elektronika ini secara dimetris berbeda antara satu dan lainnya berdasarkan operasi serta sifat fungsionalnya. Lantas apa sih itu komponen elektronika aktif dan pasif, serta apa saja perbedaan dan jenis-jenis komponen yang masuk dalam komponen elektronika aktif dan pasif?

Nah untuk menjawab pertanyaan tersebut, pada kesempatan kali ini teknisitv akan berbagi informasi seputar hal tersebut seperti pengertian komponen elektronika aftif dan pasif, perbedaan komponen elektronika aktif dan pasif, jenis-jenis komponen elektronika aktif dan pasif. Jadi bagi yang penasaran atau sedang mencari info terkait komponen elektronika aktif dan pasif, simak ulasan dari teknisitv tentang komponen elektronika aktif dan pasif berikut ini.

Pengertian Komponen Elektronika Aktif dan Pasif

PENGERTIAN KOMPONEN ELEKTRONIKA AKTIF DAN PASIF

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa berdasarkan karakteristiknya komponen elektronika terbagi menjadi dua kelompok utama yaitu komponen elektronika aktif dan komponen elektronika pasif. Agar lebih jelas terkait dua jenis komponen elektronika tersebut, simak ulasannya dibawah ini :

1. Komponen Elektronika Aktif

Komponen elektronika aktif adalah jenis komponen elektronika yang membutuhkan arus eksternal agar dapat beroperasi, artinya komponen elektronika aktif akan berfungsi jika mendapatkan sumber arus listrik eksternal atau arus listrik dari luar. Dalam pengertian lain, komponen elektronika aktif merupakan komponen yang memerlukan sumber energi untuk menjalankan fungsi spesifiknya, biasanya energi tersebut berupa arus searah dan umumnya komponen jenis ini mampu memanipulasi aliran listrik melalui berbagai cara.

2. Komponen Elektronika Pasif

Sedangkan komponen elektronika pasif bisa dibilang merupakan kebalikan dari komponen elektronika aktif, yaitu komponen elektronika yang tidak membutuhkan sumber arus listrik eksternal untuk menjalankan fungsinya. Jenis komponen ini dapat mempengaruhi aliran listrik yang mengalir melaluinya seperti menahan alirannya, menyimpan energi untuk digunakan nanti maupun menghasilkan induktansi. Meski begitu komponen ini tidak bisa mengontrol ataupun memperkuat listrik sendiri.

Jenis Jenis Komponen Aktif dan Pasif

Jenis Jenis Komponen Aktif dan Pasif

Setelah mengetahui pengertian dari masing-masing komponen tersebut, kita dapat memilah komponen apa saja sih yang masuk kedalam kedua jenis komponen tersebut. Berikut adalah beberapa komponen yang tergolong dalam kedua jenis komponen tersebut :

1. Komponen Elektronika Aktif

Komponen elektronika yang tergolong dalam komponen aktif biasanya terbuat dari material semikonduktor seperti silikon, germanium, selenium dan metal oxides dan beberapa diantaranya adalah :

  1. Dioda
    Adalah salah satu jenis komponen aktif yang memiliki fungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya, dan yang masuk dalam keluarga dioda yaitu LED (Light Emiting Diode), Dioda Zener, DIAC, Dioda penyearah, Dioda schottky, Dioda Foto, Dioda Laser dan Dioda Tunnel.
  2. Transistor
    Adalah jenis komponen aktif dengan fungsi sebagai penguat, penyearah, pengendali, mixer dan osilator. Jenis transistor tersebut diantaranya seperti TRANSISTOR NPN DAN PNP (Bipolar),Transistor Foto, TRIAC, MOSFET, UJT dan JFET.
  3. Integrated Circuit (IC)
    Adalah jenis komponen aktif yang merupakan gabungan ratusan atau bahkan jutaan transistor, resistor dan komponen lainnya yang diitegrasi menjadi sebuah rangkaian elektronik dengan fungsi tergantung dari jenis IC-nya.

2. Komponen Elektronika Pasif

Berikut beberapa jenis komponen yang tergolong kedalam komponen elektronika Pasif :

  1. Resistor
    Atau Hambatan adalah jenis komponen pasif yang memiliki fungsi sebagai penghambat dan mengatur arus listrik pada suatu rangkaian elektronika. Jenis komponen yang masuk dalam keluarga resistor diantaranya yaitu LDR (Light Dependent Resistor), Thermistor (PTC dan NTC), Resistor nilai tetap, Potensiometer.
  2. Kapasitor
    Komponen yang biasa disebut juga kondensator ini merupakan jensi komponen pasif yang dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu sementara dan yang termasuk didalamnya seperti kapasitor nilai tetap (keramik, mika, kertas, elektrolit dan tantalum) dan kapasitor nilai dapat diatur (varco dan trimmer).
  3. Induktor
    Atau sering disebut juga Coil adalah jenis komponen pasif berupa susunan lilitan kawat yang membentuk sebuah kumparan sehingga dapat memunculkan medang magnet saat dialiri listrik dan termasuk didalamnya adalah air core induktor, ferrite core induktor, variable induktor, torroidal core induktor, dan laminated core induktor.

Contoh Pengaplikasian Komponen Pada Rangkaian Elektronika

Contoh Pengaplikasian Komponen Pada Rangkaian Elektronika

Tanpa kita sadari di kehidupan kita sehari-hari tidak lepas dari kedua jenis komponen elektronika ini, keduanya ada di barang-barang elektronik yang biasa kita gunakan sehari-hari seperti ponsel, televisi, motor, laptop, lampu dan sebagainya.

1. Komponen Elektronika Aktif

Jika dilihat dari pengertiannya, komponen elektronika aktif akan dapat dijumpai pada hampir setiap perangkat elektronik apapun yang memakai daya komputasi (IC), perangkat dengan daya display/baterai dan lampu LED.

2. Komponen Elektronika Pasif

Sementara untuk komponen pasif, contoh pengaplikasiannya bisa kita jumpai pada lampu pijar dimana komponen ini berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi cahaya dan panas. Kemudian pada perangkat loud speaker, dimana memakai transduser sebagai pengubah input listrik menjadi output mekanis yang menyebabkan kerucut didalam speaker bergetar sehingga menghasilkan gelombang suara.

Contoh lain adalah pada pengaplikasiannya pada gelombang mikro dan frekuensi radio seperti sistem entri tanpa kunci jarak jauh dengan mengandalkan induktor, kemudian ada antena, perangkat GPS, Satelit, transportasi umun serta modem nirkabel dan router.

Perbedaan Komponen Aktif dan Pasif

Dengan mengetahui pengertian, fungsi dan contoh penerapanya, kita dapat mengetahui perbedaan diantara keduannya, yaitu sebagai berikut :

PERBEDAANKOMPONEN ELEKTRONIKA AKTIFKOMPONEN ELEKTROKIKA PASIF
Sumber EnergiMembutuhkan sumber energi tambahanTidak membutuhkan sumber energi tambahan dalam pengoperasiannya
EnergiMenghasilkan energi dalam bentuk tegangan atau arusMerupakan perangkat yang menyimpan energi baik dalam bentuk medan magnet maupun medan listrik
LinearitasNon-linierLinier
Penguatan DayaMampu memberikan penguatan dayaTidak memiliki kemampuan menguatkan daya
Mengontrol ArusDapat dengan mudah mengontrol aliran arusTidak dapat mengontrol aliran arus
Sumber EksternalMemerlukan sumber tambahan untuk mengontrol dan menjaga operasinyaTidak membutuhkan sumber eksternal untuk menjalankan fungsinya

Akhir Kata

Demikian pembahasan mengenai komponen elektronika aktif dan pasif yang bisa teknisitv bagikan, semoga bisa bermanfaat dan juga membantu serta bisa menambah wawasan bagi para pembaca artikel ini.

Tinggalkan komentar