Budi Seorang teknisi TV yang sehari-hari memperbaiki TV serta aktif menulis pengalaman di website teknisitv.com

Fungsi Trafo Pada Rangkaian Elektronik

3 min read

Fungsi Trafo Pada Rangkaian Elektronik
Advertisements

Fungsi Trafo Pada Rangkaian Elektronik – Perangkat statis untuk mentransfer energi listrik dari satu rangkaian ke rangkaian lain melalui proses induksi elektromagnetik, dinamakan Trafo. Untuk menurunkan ataupun menambah level tegangan antar rangkaian digunakanlah trafo. Selain itu trafo juga bisa diartikan sebagai perangkat listrik, dengan fungsi untuk menukar tegangan arus pada sebuah rangkaian, dimana tidak mempengaruhi daya listrik total.

Trafo memiliki dua buah gulungan, yakni gulungan primer dan sekunder, keduanya terpisah satu sama lain. Pada saat gulungan primer dialiri listrik AC, akan muncul medan magnet yang berubah-ubah. Nah inilah yang akan menginduksi gulungan sekunder untuk memunculkan arus listrik AC.

Dalam dunia elektronik, fungsi trafo tidak bisa dihindarkan. Itu bisa dilihat dari penggunaanya, dimana hampir semua sumber daya atau catu daya yang digunakan untuk mengaktifkan rangkaian elektronik pasti memakai komponen trafo (transformator). Dimana pada setiap penggunaan memiliki fungsi berbeda-beda.

Advertisements

Ada banyak fungsi trafo pada sebuah rangkaian elektronik tetapi biasanya atau pada dasarnya fungsi trafo yang sering banyak digunakan adalah untuk keperluan menurunkan tegangan, menaikan tegangan, untuk keperluan radio dan video, sebagai penyelaras impedansi dan masih banyak lainnya. Sesuai judul artikel diatas, pada kesempatan kali ini teknisitv akan memberikan informasi mengenai fungsi dari trafo, tepatnya yaitu fungsi trafo pada rangkaian elektronik.

Fungsi Trafo Pada Rangkaian Elektronik

Fungsi Trafo Pada Rangkaian Elektronik.

Trafo digunakan atau fungsi nya untuk menurunkan tegangan yaitu trafo step down. Pada umumnya catu daya digunakan pada rangkaian elektronik memiliki tegangan kecil sedangkan tegangan listrik PLN adalah sebesar 220 volt, sehingga tegangan sebesar sebesar itu terlalu tinggi buat sumber daya rangkaian elektronik. Untuk itulah digunakan trafo step down guna menurunkan tegangan PLN menjadi tegangan yang lebih kecil.

Pada rangkaian trafo step down, jumlah lilitan kumparan sekunder lebih sedikit dari pada kumparan primer. Hal tersebut merupakan kebalikan dari trafo step up, dimana jumlah lilitan sekunder lebih banyak dibandingkan kumparan primer. tegangan output yang dihasilkan akan semakin kecil mengikuti jumlah lilitan kumparan sekunder pada trafo.

Sedangkan untuk arus keluar tergantung dari diameter kawat lilitan, semakin besar diameter kawat maka arus yang dihasilkan akan semakin besar pula. Tidak heran jika trafo – trafo dengan arus besar memiliki bentuk besar dan juga berat.

Namun seiring dengan perkembangan di dunia elektronik, sekarang berat dan besar trafo dapat dipangkas, dinamakan teknik trafo switching. Untuk mengkonversi tegangan 220 volt menjadi tegangan rendah, trafo switching tidak hanya memakai sebuah trafo saja melainkan dirangkai dengan beberapa komponen lain seperti kapasitor, resistor, dioda dan lain-lain.

Pada trafo step down, frekuensi rata-rata yang digunakan yaitu 50-60 Hz, sedangkan pada trafo switching frekuensinya lebih besar yakni antara 500 Hz hingga 2K Hz. Perbedaan juga bisa dilihat dari Inti yang digunakan, dimana pada umumnya trafo menggunakan besi lunak untuk trafo switching memakai inti ferit.

Selain trafo step down, trafo step up juga banyak penggunaanya pada rangkaian elektronik. Penggunaanya tidak dapat dipisahkan peralatan elektronik rumah tangga seperti televisi, Lemari Es, mesin cuci dan lain-lain, apa lagi dengan semakin berkembangnya teknologi dibidang elektronik. Sebagai contoh penggunaan trafo step up pada catu daya rangkaian inverter di lampu backlight TV LCD.

Trafo step up juga banyak dugunakan pada peralatan cadangan kelistrikan, seperti misalnya pada perangkat UPS. Tegangan baterai dari aki 12 vDC didalam UPS diubah menjadi tegangan 220 v AC yang bisa digunakan untuk menghidupkan peralatan elektronik seperti TV, Komputer dan lain sebagainya.

Penting diketahui bahwa trafo akan bekerja jika tegangan yang dipakai adalah arus AC, sebab agar bisa mentransfer medan elektromagnetik diperlukan arus bolak balik, bukan arus searah (DC).

Jenis Trafo Beserta Fungsinya

Jenis Trafo Beserta Fungsinya

Ada beberapa jenis trafo yang biasa digunakan pada rangkaian elektronik. Untuk fungsi trafo sendiri berbeda-beda mengikuti dari jenis dan penggunaanya. Berikut jenis dan fungsi trafo pada rangkaian elektronik :

1. Trafo Step Up Pada Rangkaian Elektronik

Trafo ini penggunaanya dapat dilihat di rangkaian pembangkit tegangan pada rangkaian elektronik, seperti pada inverter monitor LCD, trafo inverter TV dan lain-lain. Fungsi nya yaitu untuk menaikan tegangan, selain itu juga bisa digunakan untuk proses penaikan tegangan AC.

2. Trafo Step Down Pada Rangkaian Elektronik

Kebalikan dari trafo step up, trafo step down mempunyai fungsi untuk menurunkan tegangan listrik. Penggunaanya dapat dilihat pada rangkaian power amplifier, televisi, speaker aktif dan masih banyak yang lainnya terutama pada peralatan listrik dan elektronik rumah tangga.

3. Trafo Isolasi Pada Rangkaian Elektronik

Penggunaanya bisa ditemukan pada rangkaian inverter, yaitu rangkaian untuk mengubah tegangan DC menjadi AC dengan tegangan besar yang sama. Trafo isolasi mempunyai prinsip kerja hanya mengisolasi tegangan tanpa menaikan atau menurunkan tegangan, jadi pada trafo ini jumlah lilitan perimer dan sekunder memiliki jumlah sama. Dengan demikian fungsi dari trafo ini adalah mengisolasi tegangan input dan output.

4. Trafo CT dan Trafo Non CT

Fungsi dari trafo CT yaitu membuat rangkaian power supply simetris gelombang penuh, penggunaanya bisa dilihat pada amplifier saat ini yang memakai kutub positif, negatif dan netral. Sementara trafo non CT merupakan kebalikan dari trafo CT, yaitu untuk power supply non simetris, power supply yang hanya punya kutub positif dan negatif saja.

5. Trafo Daya

Penggunaanya sering ditemukan pada stasiun pembangkit listrik maupun gardu transmisi. Trafo ini memiliki ukuran besar, umumnya memiliki tingkat insulasi tinggi. Fungsi dari trafo daya biasanya dipakai dalam aplikasi transfer daya tinggi mencapai 33 kilo volt.

6. Trafo Distribusi

Sesuai dengan namanya, trafo ini mempunyai fungsi mendistribusikan energi listrik dari pembangkit listrik ke lokasi industri maupun perumahan.

7. Trafo PLN

Merupakan trafo yang sangat penting dan diperlukan oleh penyedia listrik di Indonesia, memiliki banyak fungsi salah satunya tentu saja untuk menaikan dan menurunkan daya.

8. Trafo Arus

Trafo arus memiliki fungsi mengkonversi arus primer yang memiliki nilai arus besar, umumnya nilainya sekitar puluhan hingga ribuan ampere. Arus tersebut akan dikonversi menjadi arus sekunder dengan nilai rendah sekitar 1 atau 5 ampere menyesuaikan dengan aplikasi yang dibutuhkan.

Akhir Kata

Demikian pembahasan mengenai fungsi trafo pada rangkaian elektronik yang bisa teknisitv bagikan, semoga bisa bermanfaat dan membantu serta bisa menambah wawasan bagi para pembaca artikel ini.

Advertisements
Budi Seorang teknisi TV yang sehari-hari memperbaiki TV serta aktif menulis pengalaman di website teknisitv.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *